Kemunafikan

1. Kemunafikan seseorang adalah suatu kenistaan.
2. Barangsiapa yang memujimu atas suatu kebaikan yang tidak ada padamu saat dia senang terhadapmu, maka dia akan mencelamu akan suatu keburukan yang tidak ada padamu saat dia membencimu.
3. Orang-orang munafik mempunyai tanda-tanda yang dapat dikenali, yaitu: penghormatan mereka adalah kutukan, makanan mereka adalah tuduhan, dan penghasilan mereka adalah korupsi. Mereka mengenal masjid hanya sebagai tempat pelarian, melakukan shalat hanya di akhir waktu. Mereka sombong, tidak mau bergaul dan tidak ikut dalam pergaulan. Provokator di malam hari, namun hiruk pikuk di siang hari.
4, Ambillah hikmah kapan saja ia mendatangimu. Sebab, ada kalanya hikmah itu berada di dalam dada seorang munafik, maka ia akan meronta-ronta sehingga ia menjadi tenang setelah kembali berada di dalam dada pemiliknya (orang Mu)[/*]
5. Ketahuilah bahwa orang yang memujimu atas apa yang tidak ada padamu, sesungguhnya dia juga menyampaikannya kepada orang lain selain dirimu, sedangkan pahala dan ganjarannya telah gugur darimu.[/*]
6. Hati-hatilah terhadap kemunafikan di dalam beragama.[/*]
7. Aku wasiatkan kalian, wahai hamba-hamba Allah, dengan ketakwaan kepada Allah, dan aku peringatkan kalian akan (bahaya) orang-orang munafik. Sebab, mereka adalah orang-orang yang sesat lagi menyesatkan, dan orang-orang yang tergelincir lagi menggelincirkan. Mereka adalah orang-orang yang berubah-ubah dalam bentuk yang beraneka warna (golongan), dan mereka berbicara tentang banyak hal. Mereka adalah kelompok setan dan anjing-anjing neraka. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi (QS 58:19).[/*]
8. Dalam keputusasaan terdapat penyia-nyiaan.[/*]
9. Janganlah engkau berputus asa jika doamu lambat dikabulkan, karena pemberian sesuai dengan kadar permintaan.[/*]
10. Keputusasaan lebih tercela daripada kesabaran.[/*]
11. Kesedihan dan kemarahan adalah dua pemimpin yang menuntut terjadinya suatu kejadian yang berlawanan dengan yang engkau sukai. Akan tetapi, sesuatu yang tidak engkau sukai, jika datangnya dari orang yang “di atasmu,” maka ia akan menyebabkan kesedihan; dan jika ia datangnya dari orang yang “di bawahmu,” maka ia akan menyebabkan kemarahanmu.[/*]
12. Menampakkan kebutuhan termasuk dari kelemahan semangat.[/*]
13. Jika engkau bersedih atas apa yang terlepas dari tanganmu, maka hendaklah engkau bersedih atas apa yang belum sampai kepadamu.[/*]
14. Ketidaksabaran ketika ditimpa suatu musibah adalah bagian dari lengkapnya cobaan itu sendiri.[/*]
15. Orang yang paling jelek keadaannya adalah yang luas pengetahuannya, kuat ambisinya, tetapi kecil kemampuannya.[/*]

http://sufinews.com/index.php/Hikmah-Sufi/kemunafikan.sufi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: